Karakteristik Radio

Ada beberapa media elektronik yang dapat kita jumpai di sekitar kita yaitu radio dan televisi. Radio merupakan media elektronik yang hanya berupa audio artinya hanya bisa didengar saja, krena hanya mengandalkan suara, maka sifat ini muncul sebagai konsekuensi dari sifat radio yang hanya bisa didengar, atau hanya mengandalkan indra pendengaran. Sedangkan televisi merupakan media elektronik berupa audio visual artinya dapat dapat didengar sekaligus dapat dilihat (audiovisual). Jadi apabila audien radio siaran hanya mendengar kata-kata, musik, dan efek suara, maka audien televisi dapat mendengar suara dan melihat gambar yang bergerak.

Adapun karakteristik radio yang dapat membedakannya dengan media lain yaitu radio bersifat auditori, radio adalah suara, karenanya radio adalah media dengar (untuk didengarkan) karena hanya suara yang bisa disampaikan di radio. Apa pun yang ingin disampaikan di radio, harus dalam bentuk suara atau disuarakan. Radio bersifat Theatre of mind artinya radio mampu menciptakan gambar dalam pikian pendengar melalui kekuatan kata dan suara.

Karakteristik radio sangat kuat karena menjangkau banyak sekali audiens dengan cepat dan karena memungkinkan orang-orang dalam audiens yang besar itu berinteraksi satu sama lain lebih mudah daripada televisi atau pembaca koran.

Ada berbagai jenis stasiun radio: komunitas, komersial, dan public. Mereka punya jenis pemilik dan audiens yang berbeda serta program yang berbeda, tetapi mereka berbagi tujuan umum: untuk terhubung dengan cara langsung dan relevan. Radio memiliki kekuatan karena kemampuannya untuk menjangkau dan mempengaruhi begitu banyak orang.

Kelebihan radio sebagai media penyiaran adalah cepat dan langsung artinya radio adalah sarana tercepat, bahkan lebih cepat dari surat kabar atau dan televisi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat tanpa lewat proses yang produksi yang lama seperti TV dan media cetak. Akrab, radio adalah media komunikasi yang “mendekatkan” atau mengakrabkan pendengar/ khalayak dengan penyiar.

Tanpa batas, Siaran radio mampu menembus batas-batas geografis dan kultural serta kelas sosial. Murah, harga dari pesawat radio sekaligus mendengarkan siarannya relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sebuah televisi atau berlangganan media cetak. Bahkan pendengar siaran radio pun tidak dipungut iuran sepeser pun. Fleksibel, Siaran radio bisa dinikmati sambil mengerjakan hal lain atau tanpa ternganggu aktivitas lain seperti belajar, memasak, mengemudi, membaca surat kabar, dan sebagainya.

Radio sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena berita bisa dilaporkan lebih cepat di radio daripada koran atau televisi karena teknologinya lebih sederhana. Selain itu, radio bisa menjangkau banyak orang.

Di sisi lain, radio menghadirkan tantangan karena siarannya bersifat sementara. Cerita sering kali tayang sekali, jadi jika informasinya membingungkan atau jika audiensnya melewatkan satu poin, sulit untuk mendapatkan klarifikasi. Laporan radio harus jelas dan sederhana tertulis. Presenter radio dan reporter harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi. Radio dapat diakses oleh semua orang, tetapi mendapatkan perhatian orang bisa menjadi sebuah tantangan.

Memahami bagaimana dan di mana orang mendengarkan radio. Radio dapat diakses, jadi pendengar dapat mendengarkan di mana saja dan kapan saja. Ini merupakan keuntungan, tetapi juga menciptakan tantangan. Ketika orang mendengarkan radio, mereka biasanya melakukan hal lain pada waktu yang bersamaan. Pendengar mungkin hanya memiliki satu telinga di radio, sehingga mudah melewatkan informasi penting atau untuk mendapatkan gambaran yang tidak akurat atau tidak lengkap tentang apa yang dikatakan.

Selain kelebihan radio juga memiliki kelemahan sebagai media penyiaran, antara lain: Selintas, siaran radio cepat hilang dan mudah dilupakan. Pendengar tidak bisa mengulang apa yang didengarnya. Batasan Waktu, waktu siaran radio relatif terbatas hanya 24 jam sehari, berbeda dengan surat kabar yang bisa menambah jumlah halaman dengan bebas. Beralur Linier, program disajikan dan didengar oleh khalayak berdasarkan urutan yang sudah ada (rundown). Hanya berupa suara,  produk output dari radio hanya suara (audio) sehingga di butuhkan imajinasi untuk bisa menggambarkan pesan yang di sampaikan dan memaksa pendengar untuk memerhatikan materi yang diudarakan. Antidetail. kelemahan yang bersifat auditif dan selintas, karenanya radio tidak mungkin menyajikan sesuatu secara detail.

oleh: Hanifa Munandra 

Komentar