Pola Perkembangan Dakwah Islam di Afrika
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Serajah Dakwah
Oleh: Hanifa Munandra
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum wr. Wb
Salam sejahtera untuk kita semua, semoga tetap berada pada lindungan Allah SWT. Teman-teman kita akan berlajar mengenai perkembangan dakwah Islam di Afrika.
A. KEADAAN GEOGRAFIS AFRIKA
Wilayah Afrika 20,3% dari seluruh daratan bumi. Dengan geografis pegunungan serta hutan, furun pasir dan dataran tinggi. Brsalju abadi tapi juga musim kemarau sangat panjang.
Wilayah Afrika bagian Utara banyak terdiri dari wilayah gurun trmasuk adanya Gurun Sahara yang menjadi salah satu gurun terbesar di dunia. total terdapat 54 ngara di Afrika yang diakui oleh dunia internasional serta 2 negara lain dengan pengakuan terbatas dan diperdbatkan.
Bangsa Afrika terbagi menjadi dua yaitu Afrika Bar-bar yang ada di Afrika Utara dan Negro yang berada di Afrika Selatan. Rumpun bangsa Negro terbagi menjadi tiga klompok yaitu:
1. Negro asli berkulit hitam, bibir tebal, hidung pesek dan kriting sering dijadikan budak. Berada di barat pantai Afrika.
2. Negro Hamite keturunan emigran dari Kaukasus, disebut juga Nilates. Berada di lembah sungai Nil dan selatan Khaortoum.
3. Negro Bantu, yang mendiami wilayah terbesar Afrika. Sebelah Timur dan Selatan Afrika dan kebanyakan di pedalaman pantai sebagai penangkap ikan.
Masalah utama Afrika adalah urbanisasi, dimana orang pedalaman beramai-ramai menuju kota.
B. ISLAM DI AFRIKA UTARA
Penguasan Afrika secara penuh ketika masa daulah Umayyah dimasa khalifah Abdul Malik (masa daulah Abbasyiyyah 685-705). Dari Afrika utara lah kemudian menjadi batu loncatan untuk menguasai Eropa dan Spanyol. Afrika Utara mayoritas muslim yang dipengaruhi oleh sufisme. Bahasa yang dipakai mayoritas bahasa Barbar dan bahasa Arab.
Islam memasuki daratan Afrika Utara dimulai sejak masa-masa berikut:
1. Masa Khalifah Umar bin Khattab (sejak ia menguasai Mesir)
2. Masa Utsman bin Affan (pada tahun 35 H)
3. Masa dinasti Umayyah
4. Masa dinasti Abbasyiyyah (685-705)
5. Masa dinasti Fathimiah
6. Masa dinasti Murabitun
7. Masa dinasti Muwahhidun
8. Masa dinasti Mamluk
C. GERAKAN ISLAM DAN PEMBENTUKAN NEGARA-NEGARA
Penaklukan Afrika Utara oleh khalifah Islam, berlangsung hingga munculnya gerakan-gerakan separatis yang ingin memerdekakan diri. Karena merasa kekhalifahan tidak menyentuh wilayah-wilayah Afrika terutama di zaman Ustmaniyyah.
Hal tersebut mendorong berdirinya negara-negara Afrika Utara, di antaranya adalah Nigeria (1754-1817 M) yang dipimpin oleh Usman Fodio. Selain itu lahir beberapa gerakan masyarakat diantaranya:
1. Gerakan Grand Sanusi (1787-1859 M) di Libya
2. Gerakan Al Mahdi di Sudan (1845-1848 M)
Ciri gerakan di Afrika adalah sufistik yang berprientasi pada politik, militan dan reformis. Merfeormasi moral dan perpecahan kesukuan kedalam Sufistik, contohnya dipimpin oleh Ahmad Idris (wafat 1837 M) dilanjutkan putranya Ali bin Assanusi (1787-1859 M) dengan tharekat Sanusiyyah.
Sanusiyyah di Libya berhasil menyatukan suku-suku atas nama Islam dan menyebarkan Islam Sufistik hingga ke Eropa.
D. DAKWAH SUFISTIK DI AFRIKA UTARA
Dakwah Sufistik adalah dakwah yang dikaitkan istilah tasawuf, atau dakwah yang dilakukan oleh para pengamal tasawuf. Di Afrika Utara terkadi dalam beberapa daerah, diantaranya:
1. Tunisa, gerakan dakwah di Afrika Utara yang sangat kental dengan gerakan sufi, seperti di Tunisia dengan Tharekat Qodariyyah, Rahmaniyyah, Isawa dan Tijaniyah. Meskipun akhirnya negaranya sekuler namun praktik keberagamannya sangat sufistik
2. Maroko, gerakan Islam di Maroko awalnya dalam kebimbangan antara cara keberagaman kaum Borjuis kota, melek huruf, puritan skripturalis namun satu sisi ada suku-suku tradisionalis yang praktik keberagamannya ritualistis-antropolatrous.
3. Libya, proses arabisasi dan Islamisasi dimasa Utsmaniyyah namun tidak diiringi pembentukan rezim yang memusat. Lalu gerkan Sanusiyyah berusaha mempertahankan Islam dari gerakan asing. Sanusiyyah mengembangkan gerakan Sunni ortodoks, yang mampu menciptakan perlawanan lokal dari agresi Italia. Namun Libya luluh lantah akibat kelantangannya melawan sikap Amerika.
Nah, semoga dapat membantu.
Wassalamualaikum wr wb.

Komentar
Posting Komentar